Padepokan putra langit adalah sarana media sosial religius yang bergerak di bidang pendidikan jasmani dan rohani yang bertujuan membangun insan yang berjiwa LAA ILAHA ILALLOH didalam hati dalam lafal dan dalam perwujudan,
Padepokan putra langit dikembangkan oleh jamiyah kautsaran semandSem ( JKS ) sebagai pengemban tugas mewujudkan iman dan Islam dalam diri, mengenal jati diri, agar dapat mencapai insan Kamil, untuk berharap mampu menerima Wahyu kolosebo.
Rabu, 12 September 2018
Minggu, 29 Januari 2017
PRODUK BARU DARI ABIMANYU
kini telah hadir sebagai pembantu anda dalam menyelesaikan beberapa masalah.
1. Pagar Nashrulloh
Yaitu media pertolongan untuk pertokoan, warung dan tempat usaha anda agar terhindar dari gangguan tangan jail.
2. SABUK KAROMAH
media pagar diri untuk perlindungan dari syaithon, manusia jahat, binatang buas dan musibah yang membahayakan
Anda bisa mendapatkan semua dengan gratis dengan sms pesan ke 085646519120
kini telah hadir sebagai pembantu anda dalam menyelesaikan beberapa masalah.
1. Pagar Nashrulloh
Yaitu media pertolongan untuk pertokoan, warung dan tempat usaha anda agar terhindar dari gangguan tangan jail.
2. SABUK KAROMAH
media pagar diri untuk perlindungan dari syaithon, manusia jahat, binatang buas dan musibah yang membahayakan
Anda bisa mendapatkan semua dengan gratis dengan sms pesan ke 085646519120
Sabtu, 29 Maret 2014
Wafatnya "UMAR bin KHOTHOB"
Menjelang shubuh,
Kholifah Umar bin Khothob berkeliling
kota membangunkan kaum muslimin untuk sholat
shubuh. Ketika waktu sholat tiba beliau sendiri yang
mengatur shof dan mengimami.
Pada shubuh itu, tragedi besar dalam sejarah terjadi. Saat Kholifah mengucapkan takbirotul ihrom, tiba-tiba seorang lelaki bernama Abu Lu'luah menikamkan sebilah pisau ke bahu, pinggang,dan ke bawah pusar beliau. Darah pun menyembur.Namun Kholifah yang berjuluk "Singa Padang Pasir"ini tidak bergeming dari kekhusyukannya memimpin sholat.
Sekuatapa pun Umar, akhirnya ambruk juga. Walau demikian,beliau masih sempat memerintahkan Abdurrahman bin 'Auf untuk menggantikan posisinya sebagai imam.
Beberapa saat setelah ditikam, kesadaran dan ketidaksadaran silih berganti mendatangi Kholifah Umar. Para sahabat yang mengelilinginya demikian cemas akan keselamatan Kholifah Salah seorang di antara mereka berkata, "Kalau beliau masih hidup, tidak ada yang bisa menyadarkan selain kata sholat!" Lalu, yang hadir serentak berkata, "Sholat, Wahai Amirul Mukminin.” Beliau langsung tersadar, "Sholat? Kalau demikian di sanalah Alloh", Tiada keberuntungan dalam Islam bagi yang meninggalkan sholat." Lalu, beliau melaksanakan sholat dengan darah bercucuran. Tak lama kemudian sahabat terbaik Rosulullah saw. ini pun wafat.
Sebenarnya, apa yang terjadi pada Umar ini adalah buah dari doa yang beliau panjatkan kepada Alloh. Alkisah, suatu ketika, saat sedang wukuf di Arofah, beliau membaca doa, "Ya Alloh, aku mohon mati syahid di jalan-Mu dan wafat di negeri Rosul-Mu (Madinah)." (HR Malik)
Sepulangnya dari menunaikan ibadah haji, Umar pun menceritakan soal doanya itu kepada salah seorang sahabatnya di Madinah. Sahabat itu pun berkomentar, "Wahai Kholifah, jika engkau berharap mati syahid, tidak mungkin di sini. Pergilah keluar untuk berjihad, niscaya engkau bakal menemuinya." Dengan ringan, Umar menjawab, "Aku telah mengajukannya kepada Alloh. Terserah Alloh."
Keesokan harinya, saat Umar mengimami sholat shubuh di masjid, seseorang bernama Abu Lu'luah itu menghunuskan pisaunya ketubuh Umar yang menyebabkan beliau mendapat tiga tusukan dalam dan tubuhnya pun roboh di samping mihrab.
Seperti itulah, Alloh telah mengabulkan doa Umar bin Khothab untuk bisa syahid di Madinah dan dimakamkan berdampingan dengan Rosululloh saw. dan Abu Bakar Ash Shiddiq.
( Wallohu a'lam)
Pada shubuh itu, tragedi besar dalam sejarah terjadi. Saat Kholifah mengucapkan takbirotul ihrom, tiba-tiba seorang lelaki bernama Abu Lu'luah menikamkan sebilah pisau ke bahu, pinggang,dan ke bawah pusar beliau. Darah pun menyembur.Namun Kholifah yang berjuluk "Singa Padang Pasir"ini tidak bergeming dari kekhusyukannya memimpin sholat.
Sekuatapa pun Umar, akhirnya ambruk juga. Walau demikian,beliau masih sempat memerintahkan Abdurrahman bin 'Auf untuk menggantikan posisinya sebagai imam.
Beberapa saat setelah ditikam, kesadaran dan ketidaksadaran silih berganti mendatangi Kholifah Umar. Para sahabat yang mengelilinginya demikian cemas akan keselamatan Kholifah Salah seorang di antara mereka berkata, "Kalau beliau masih hidup, tidak ada yang bisa menyadarkan selain kata sholat!" Lalu, yang hadir serentak berkata, "Sholat, Wahai Amirul Mukminin.” Beliau langsung tersadar, "Sholat? Kalau demikian di sanalah Alloh", Tiada keberuntungan dalam Islam bagi yang meninggalkan sholat." Lalu, beliau melaksanakan sholat dengan darah bercucuran. Tak lama kemudian sahabat terbaik Rosulullah saw. ini pun wafat.
Sebenarnya, apa yang terjadi pada Umar ini adalah buah dari doa yang beliau panjatkan kepada Alloh. Alkisah, suatu ketika, saat sedang wukuf di Arofah, beliau membaca doa, "Ya Alloh, aku mohon mati syahid di jalan-Mu dan wafat di negeri Rosul-Mu (Madinah)." (HR Malik)
Sepulangnya dari menunaikan ibadah haji, Umar pun menceritakan soal doanya itu kepada salah seorang sahabatnya di Madinah. Sahabat itu pun berkomentar, "Wahai Kholifah, jika engkau berharap mati syahid, tidak mungkin di sini. Pergilah keluar untuk berjihad, niscaya engkau bakal menemuinya." Dengan ringan, Umar menjawab, "Aku telah mengajukannya kepada Alloh. Terserah Alloh."
Keesokan harinya, saat Umar mengimami sholat shubuh di masjid, seseorang bernama Abu Lu'luah itu menghunuskan pisaunya ketubuh Umar yang menyebabkan beliau mendapat tiga tusukan dalam dan tubuhnya pun roboh di samping mihrab.
Seperti itulah, Alloh telah mengabulkan doa Umar bin Khothab untuk bisa syahid di Madinah dan dimakamkan berdampingan dengan Rosululloh saw. dan Abu Bakar Ash Shiddiq.
( Wallohu a'lam)
Sabtu, 01 Maret 2014
SYAHADAT
SYAHADAT
Ø£َØ´ْÙ‡َدُ ألا إله الا الله Ùˆ أشْÙ‡َدُ ان Ù…ُØَمدا رَسُÙˆْÙ„ الله
Asyhadu Anlaa Ilaaha Illalloh Wa Asyhadu Anna
Muhammadan Rosululloh,
Istilah lain
dari Iman, ialah:
1. Syahadatun
Bil Qouli artinya penyaksian dengan lesan.
2. Syahadatun
Bil Qolbi artinya penyaksian dengan hati.
3. Syahadatun
Bil Arkaan artinya penyaksian dengan seluruh anggauta badan.
Lima rukun
Islam, yang dalam istilah ABOGE-nya disingkat :
1. Jidat
: Siji Syahadat (Nomer satu Syahadat).
2. Rolat
: Loro Sholat (Nomer dua Sholat lima waktu).
3. Lukat
: telu zakat (Nomer tiga Zakat).
4. Patso
: papat poso (Nomer empat puasa dibulan Romadlon).
5. Moji :
limo lungo kaji (Nomer lima pergi Haji).
Syahadat :
Menurut
bahasa artinya : Menyaksikan atau Melihat
Menurut
Istilah adalah : BerIkrar atau Berjanji
Syahadat
terdiri dari dua kalimat :
1.Syahadat
Tauhid : Penyaksian terhadap Tuhan Alloh
2.Syahadat
Roshul : Penyaksian terhadap Utusan Alloh
QOOLA
ROSUULULLOOHI SHOLLALLOOHU ‘ALAIHI WASALLAM :
MAN SYAHIDA
ANLAA ILAAHA ILLALLOOH WA-ANNA MUHAMMADAN ROSULULLOOH HARROMALLOOHU ‘ALAIHIN
NAAR
(‘An Ubbadah) Hadits Shohih. Rowahu Ahmad Wa Muslim Wat-Tirmdzi.
Artinya :
“ Bersabda Rosululloh SAW : Barang siapa yang bersaksi sesungguhnya tidak
ada tuhan selain Alloh dan sesungguhnya Muhammad itu utusan Alloh, Maka Alloh
mengharamkan atas orang tersebut masuk neraka”.
Jadi orang
yang berSyahadat : Ø£َØ´ْÙ‡َدُ ألا إله الا الله Ùˆ أشْÙ‡َدُ ان Ù…ُØَمدا رَسُÙˆْÙ„ الله
maka orang
tersebut haram masuk ke neraka, dan halal masuk ke surga. Akan tetapi disini
yang dimaksud bersyahadat adalah harus syahadat satu-kesatuan dari 3 Syahadat
yang telah tersebut diatas, yakni :
Syahadatun
Bil Qouli. Bil Qolbi. Bil Arkan.
Jadi
kalau lesan mengucap :
“Asyhadu Anlaa Ilaaha Illalloh Wa Asyhadu Anna
Muhammadan Rosululloh”,
maka hati-nyapun harus yakin bahwa ; Tidak ada
tuhan lainnya Alloh dan Muhammad itu utusannya Alloh, begitu juga anggauta
badannyapun harus bersaksi juga, yakni dengan melaksanakan perintah-perintah
Alloh dan Rosululloh dan juga menjauhi larangan-larangan Alloh dan Rosululloh.
Bersambung...................................
Senin, 17 Juni 2013
ILMU MAKRIFAT BILLAH
MAKRIFAT,
HAKEKAT,
TARIKAT, SYARIAT
Pemahaman yang beredar
dalam khasanah sufistik, tasawuf atau mistik Islam bahwa perjalanan spiritual
itu dimulai dari menjalankan syariat, memasuki jalan suluk tarekat dengan
berdzikir, kemudian berolah pikir di aras hakekat, hingga berujung pada
mengenal Tuhan setelah bermakrifat/ bertemu dengan-Nya.
Mohon maaf bila pemahaman tersebut
perlu didekonstruksi dan didiskusikan ulang. Sebab keyakinan kita atas hal itu
bisa jadi salah.
Menurut saya, proses bahwa
perjalanan spiritual itu justeru tidak dimulai dari syari’at, tarekat, hakikat,
hingga ma’rifat. Namun lihatlah perjalanan spiritual Nabi Muhammad SAW, teladan
umat muslim justeru yang terjadi adalah kebalikannya:
Perjalanan spiritual justeru dimulai
dari MA’RIFAT, TAREKAT, HAKIKAT dan akhirnya sampai pada SYARIAT.
MAKRIFAT adalah bertemu dan
mencairnya kebenaran yang hakiki: yang disimbolkan saat Muhammad SAW bertemu
Jibril, HAKIKAT saat dia mencoba untuk merenungkan berbagai perintah untuk
IQRA, TOREQOT
saat Muhammad SAW berjuang untuk menegakkan jalanNya dan SYARIAT adalah saat
Muhammad SAW mendapat perintah untuk sholat saat Isra Mikraj yang merupakan
puncak pendakian tertinggi yang harus dilaksanakan oleh umat muslim.
Itulah sebabnya, SYARIAT SHOLAT
ADALAH PUNCAK PENDAKIAN SPIRITUAL yang terkadang justeru dilalaikan oleh kaum
sufi dan para ahli spiritual. Padahal, Nabi MUHAMMAD SAW memberi tuntunan tidak
seperti itu.
SHOLAT adalah komunikasi tertinggi
serta pertemuan antara TUHAN dan MANUSIA. Sholat juga merupakan PERTEMUAN TITIK
MODULASI DIMENSI YANG LAHIR DAN BATIN ANTARA TUHAN YANG MAHA LAHIR DAN MAHA
BATIN dengan manusia yang merupakan makhluk satu-satunya yang memiliki SDM
untuk mempertemukan titik temu dari dua dimensi tersebut dalam dirinya.
TITIK TEMU itu terletak pada
KESADARAN. NAH, Bagaimana penjelasan tentang PERJUMPAAN TUHAN dengan MANUSIA?
Monggo KITA sholat dengan khusyuk. CARI TITIK PALING HENING dan NIKMATILAH
WAJAH TUHAN DAN BERMESRAANLAH DENGAN DIA, YANG MAHA TERKASIH.
MA’RIFAT, HAKIKAT, TAREKAT DIAKSES
dengan alat epistemologis PANCAINDERA AKAL-RASA-BUDI dan akhirnya PENDAKIAN
SPIRITUAL sampai pada SYARIAT, yaitu DIAKSES DENGAN SEMUA ALAT EPISTEMOLOGIS
MANUSIA: PANCAINDERA, AKAL, RASA, BUDI dan ini yang special yaitu HIDAYAH WAHYU
untuk kemudian dimanifestasikan dalam PERILAKU…
Langganan:
Postingan (Atom)




